Di Balik Ritus Kematian Homo Naledi

Di Balik Ritus Kematian Homo Naledi

Di Balik Ritus Kematian Homo Naledi

DITEMUKAN tercecer di dasar sebuah ruang gua di Afrika Selatan, spesies Homo naledi yang diungkapkan para antropolog pada September silam diperkirakan sudah berusia lebih dari dua juta tahun. Peneliti menduga spesies setinggi 1,5 meter itu mempunyai ritual mengubur jenazah meski analisis terbaru menyangsikan pendapat itu. Menurut studi teranyar yang dipublikasikan di Journal of Human Evolution, terdamparnya sisa tulang belulang H naledi di dasar gua bernama Rising Star tersebut mungkin terjadi akibat limpasan air.

Hasil analisis sedimen dan bebatuan di bagian gua Dinaledi

Chamber mengindikasikan nihilnya pembukaan langsung dari lapisan tanah lokasi ditemukannya fosil. Artinya, H naledi diyakini tidak menaruh ataupun menggali langsung kuburan bagi sejawatnya yang meningggal. “Hal itu memunculkan pertanyaan serius terhadap hipotesis yang dikemukakan sebelumnya,” kata Aurore Val yang memaparkan temuannya dalam makalah berjudul Deliberate body disposal by hominins in the Dinaledi Chamber. Val yang ahli biologi di University of Witwatersrand Johannesburg mengatakan arus air

membawa tulang belulang H naledi hingga ke bagian terdalam gua yang dikenal sebagai Dinaledi Chamber.

Dia juga mencatat perubahan pada fosil tulang yang diduga akibat interaksi dengan serangga dan keong. Penampakan tulang mengindikasikan kerusakan yang disebabkan hewan tersebut. Meski begitu, imbuh Val, cacat itu tidak mungkin terjadi kala jasad berada di bagian Dinaledi Chamber karena tidak ada vegetasi yang memungkinkan serangga hidup di dalamnya. Ribuan elemen fosil tulang belulang spesies H naledi ditemukan di sebuah gua, berjarak 50 kilometer dari Johannesburg sejak 2013.

Lee Berger, seorang ahli paleoantropologi dari University of Witwatersrand

, yang memimpim ekskavasi. Menurut tim penggali, ruang gua tersebut sangat kecil dan pintu masuknya pun sangat sempit. Berger harus merekrut beberapa perempuan berbadan kecil agar bisa masuk ke gua. Mereka berhasil mendokumentasikan seluruh proses ekskavasi dan menyelamatkan 1.550 fosil tulang. Peneliti mengakui upaya pengukuran usia H naledi secara akurat tergolong sulit. Akhirnya, disimpulkan, spesies yang disebut-sebut melengkapi mozaik evolusi manusia modern itu diperkirakan berumur 20 ribu hingga 2 juta tahun. Spesies itu sendiri disebut mempunyai berbagai kesamaan dengan spesies pramanusia Australopithecus yang hidup 3 juta tahun silam. Peneliti mengira jasad spesies yang memiliki kaki serupa dengan manusia modern itu sengaja dimasukkan ke Dinaledi Chamber melalui jalur kecil tempat aliran air. Itu artinya, spesies yang diklasifikasikan dalam genus Homo itu diduga memiliki ritus kematian yang lebih maju.

 

sumber :

https://ppidkabbekasi.id/legions-apk/