Disdik Jabar Tegas Menindaklanjuti Isu Kebocoran USBN

Disdik Jabar Tegas Menindaklanjuti Isu Kebocoran USBN

Disdik Jabar Tegas Menindaklanjuti Isu Kebocoran USBN

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi akan menindaklanjuti isu kebocoran soal yang terjadi di Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMA dan SMK di Jawa Barat. Hadadi mengatakan dirinya sudah mendapatkan beberapa laporan terkait hal tersebut. Isu ini mulai ramai dibicarakan pada hari kedua USBN yang berlangsung pada 19-28 Maret 2018.

Dugaan kebocoran soal dan kunci jawaban USBN jadi pembicaraan di media sosial

. Bahkan beberapa aduan masuk ke media sosial resmi Disdik Jabar.

Hadadi menjelaskan untuk pendistribusian soal memang melalui cabang dinas dan berakhir di kepala sekolah, sampai saat ini belum diketahui kebocoran dilakukan oleh pihak mana.

“Kami akan menelusuri di mana yang bocor, maka kita akan mengkonfirmasi kepada kepala sekolah dan siapa yang bertanggung jawab dalam pendistribusian soal tersebut,” ujarnya saat ditemui di SMA Negeri 15 Bandung, Jl. Sarimanis I No.1, Sarijadi, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (20/3/2018).

Mendengar isu kebocoran soal tersebut, Hadadi langsung berkunjung ke sekolah sekaligus memantau pelaksanaan USBN. Salah satu sekolah yang didatangi Hadadi di antaranya, SMA Negeri 15 Bandung.

“Kami sengaja melakukan sidak (inspeksi mendadak) sehubungan penyelenggaraan

serentak ujian sekolah berbasis nasional. Kami Dinas Pendidikan melakukan harmonisasi sehingga USBN ini bisa terselenggara secara baik,” jelasnya.

Hasil sidak di SMA Negeri 15 Bandung tidak ditemukan adanya kebocoran soal. Menurut Hadadi, USBN di SMA Negeri 15 Bandung berjalan baik. Kendati demikian, ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika isu kebocoran soal ini benar terjadi.

“Kami akan menindak berupa upaya penegakan disiplin. Terutama kepala sekolah

yang bertangggungjawab. Peringatan ini, akan memberikan penjeraan sehingga tidak melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Selain itu, siswa diminta untuk tidak menanggapi isu yang berkembang. Siswa diharapkan tetap fokus menjalani ujian dan percaya diri dengan jawaban masing-masing.

“Untuk para peserta didik jangan sampai terkena oleh isu. Tetap konsentrasi saja. Ini sudah jadwal USBN agar mereka belajar sungguh-sungguh dan jaga kesehatan sehingga bisa mengikuti USBN sampai tuntas,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 15, Hatta Saputra mengatakan, sesuai dengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, SMA Negeri 15 meyakinkan peserta didik untuk dapat melakukan USBN dengan sebaik-baiknya. Iya pun meyakini USBN kali ini akan berjalan dengan lancar.

“Hindari kepercayaan keyakinan memperoleh jawaban dari pihak lain. Percaya diri saja,” ujarnya saat mendampingi Hadadi. (*)

 

Sumber :

https://sildenafilbestprice.us.com/indonesian-teachers-struggle-to-promote-tolerance/