Disdikbud Kota Tangsel Cegah Pungli PPDB

Disdikbud Kota Tangsel Cegah Pungli PPDB

Disdikbud Kota Tangsel Cegah Pungli PPDB

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan

dan Kebudayaan (Disdikbud) mencegah pungulitan liar (pungli) menggunakan sistem online  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Tangsel Taryono mengatakan, sistem zonasi bertujuannya untuk menciptakan pemerataan jumlah siswa/siswi  di sekolah-sekolah dengan presentasi luar sekolah sebesar lima persen.

“Program ini mencegah terjadinya kecurangan termasuk pungli dalam proses penerimaan siswa baru untuk SD, SMP dan MTs,” kata      Taryono kepada Reaksi, kemarin.

Ia menjelaskan, ada dua jalur yang dibuka. Yakni, jalur khusus dan regular.

“Jalur khusus ada tiga. Jalur ramah lingkungan 40 persen, anak PTK 5 persen dan prestasi 5 persen.  Sementara jalur regular berdasarkan perankingan nilai akhir yang merupakan penjumlahan nilai UN (Unjian Nasional),” terang Kadisdikbud Kota Tangsel.

Ia menambahkan bahwa alur pendaftarannya calon siswa melakukan pendaftaran melalui situs PPDB online. Mendatangi ke sekolah yang dituju dengan membawa persayaratan sesuai ketentuan dan mengisi formulir.   “Setelah data pendaftaran dinyatakan sah dan sesuai dengan ketentuan pendaftaran, maka panitia akan memberikan tanda bukti pendaftaran kepada calon siswa,” jelas dia.

Sayangnya, fakta yang terjadi di sejumlah sekolah di Kota Tangsel banyak sekolah

yang melakukan pungli. Hal ini seperti dituturkan salah satu orang tua murid, Maryati kepada Reaksi, Kamis (28/6/2018).

“Tidak mendukungnya sarana dan prasarana  komputer dan jaringan yang sering error menjadi salah satu celah pungli bisa terjadi.      Karena, calon peserta anak didik di SMP 5  Perumahan Pondok Kacang Permai harus berkompetisi dengan yang lain. Satu banding tiga. Yang diterima 100 orang, sementara yang mengikuti 400 orang,” ucap Maryati

 

Baca Juga :