Kepala Dindikbud Klaim Pelaksanaan PPDB Banten Diapresiasi Gubernur

Kepala Dindikbud Klaim Pelaksanaan PPDB Banten Diapresiasi Gubernur

Kepala Dindikbud Klaim Pelaksanaan PPDB Banten Diapresiasi Gubernur

Terlibatnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemantauan PPDB Online

di Banten didukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud).

Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengaku sejauh ini, pelaksanaan PPDB 2019 di Banten masih berjalan lancar dan telah mendapatkan apresiasi Gubernur dan Wakil Gubernur (Wahidin Halim-Andika Hazrumy) saat melalukan monitoring selama PPDB berlangsung.

“Dengan adanya Korsupgah KPK ini ada pendampingan, paling tidak memonitor mana yang sudah pas dan sekiranya belum pas. Jadi temen-temen para kepala sekolah diberi keteguhan, support dan semangat bahwa PPDB ini didukung oleh KPK. Didukung dalam artian guiden agar pelaksanaan PPDB ini berjalan benar,” akunya usai rakor di Aula Setda KP3B, Kota Serang, Kamis (20/6).

Sementara, Panitia PPDB, Rudi Prihadi mengatakan, Dindikbud Banten dalam PPDB Tahun ini

memiliki sejumlah tugas dan tanggungjawab. Salah satunya adalah melakukan pemetaan terhadap jumlah kuota dan lulusan yang ada di Banten.

Hasil pemetaan tersebut kami serahkan kepada pihak sekolah, yang selanjutkan pihak sekolah yang mendistribusikan calon peserta didik jika kuota di sekolah tersebut sudah terpenuhi,” kata Rudi.

Kendati dilakukan pendistribusian, lanjutnya, pihak sekolah tetap memperhatikan petunjuk teknis, peraturan gubernur dan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018, yaitu memilih sekolah yang tidak jauh dari domisili calon peserta didik.

“Misalnya kuota di sekolah A sudah terpenuhi, nah pihak sekolah A yang memiliki peran

untuk menawarkan kepada orangtua calon peserta didik untuk mendaftar ke sekolah B yang jaraknya tidak jauh dari domisili calon peserta didik,” ujarnya.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, jika memang kuota di sekolah tersebut penuh. Maka pilihannya adalah sekolah swasta.

“Kalau sekolah swasta kan silakan orangtua calon peserta didik yang memilih, dan tidak tergantung pada sistem zonasi,” katanya.
Dalam kesempatan itu Rudi kembali menegaskan, proses PPDB tahun ini menggunakan zonasi pada jenjang pendidikan SMA. Artinya domisi yang paling dekat dengan sekolah yang bakal diterima di sekolah tersebut.

Sedangkan sistem zonasi tidak berlaku pada jenjang SMK dan SKh Negeri,

 

Sumber :

https://weitweitland.com/mengenal-fungsi-penting-daun-pada-tumbuhan/