Keputusan Pemerintah Indonesia Menaikan Harga BBM

Keputusan Pemerintah Indonesia Menaikan Harga BBM

Pemerintah Indonesia Mengenai Harga BBM Pada Tahun 2008 

Menaikan Harga BBM

Sejak setahun terakhir pada tahun 2007-2008 harga minyak mentah dunia terus melambung. Hal ini menggelembungkan angka subsidi BBM ketingkat yang tidak mungkin lagi dipertahankan. Jika harga minyak mencapai rata-rata USD 137/barel sepanjang tahun 2008 maka subsidi BBM mencapai lebih dari Rp 200 triliun. Padahal menurut UU No 16/2008 tentang APBN(P) 2008 yang disetujui DPR, ditetapkan batas maksimal anggaran subsidi BBM hanya sebesar Rp 135,1 triliun.

Dengan semakin besarnya subsidi BBM

Kemampuan pemerintah untuk membiayai berbagai program yang berorientasi pada perbaikan kesejahteraan masyarakat miskin seperti Pendidikan, Kesehatan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Penyediaan Infrastruktur menjadi terancam dikurangi. Selain itu juga status keanggotaan Indonesia di OPEC hingga akhir tahun 2008 hanya menjadi pengamat saja, karena sudah tidak sanggup lagi untuk memenuhi kuota produksi yang diajukan oleh OPEC yang dilakukan pada bulan Juli 2008 dan pemerintah Indonesia akan memutuskan keluar dari OPEC walaupun Indonesia sudah membayar iuran keanggotaan OPEC namun tetap memutuskan akan keluar hingga nanti apabila Indonesia sudah bisa memproduksi minyak yang melebihi kuota yang ditetapkan maka Indonesia bisa bergabung kembali. Keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM telah dirumuskan seperti untuk kesejahteraan juga untuk menyamakan harga BBM dalam negeri dengan luar negeri. Setelah adanya kenaikan minyak dunia dan telah dirumuskannya anggaran subsidi BBM maka harga BBM Per 24 Mei 2008, Setelah melalui pertimbangan yang seksama dan persiapan penyaluran BLT yang memadai, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.16/2008 menaikkan harga bensin premium, solar dan minyak tanah bersubsidi, yang mulai berlaku pada 24 Mei 2008 pukul 00.00 WIB, Selain itu Pemerintah tetap akan melaksanakan program penghematan konsumsi BBM bersubsidi melalui program kartu kendali yang sudah dicanangkan di Semarang, Jawa Tengah dan Program Smart Card yang akan dilakukan uji cobanya pada bulan September tahun ini. Semua kebijakan ini pada akhirnya diharapkan akan semakin memperbaiki dan memperkuat perekonomian nasional serta memperbaiki keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keputusan Pemerintah Indonesia Menurunkan Harga BBM

Keputusan Pemerintah Indonesia Menurunkan Harga BBM Pada Bulan November 2008 Menyusul desakan berbagai kalangan karena harga minyak mentah di pasar dunia yang terus menerus turun, serta pemotongan kuota produksi yang dilakukan oleh OPEC pada bulan Juli 2008 yang bertujuan supaya untuk menstabilkan harga minyak dunia karena apabila terus turun akan membawa kerugian bagi para produsen minyak, namun karena harga minyak dunia masih fluktuatif maka pemerintah Indonesia juga harus membahas ihwal penurunan harga BBM bersubsidi ini dengan DPR mengingat masalah tersebut punya keterkaitan dengan besaran subsidi BBM. Jika harga BBM bersubsidi turun, maka beban subsidi BBM dalam APBN justru membengkak. Jika semua faktor dinilai pas dan mendukung, penurunan harga BBM bersubsidi ini sudah bisa disahkan pemerintah sebagai keputusan. Pemerintah sudah menetapkan beban subsidi BBM melampaui batasan dalam APBNP 2008, dengan tujuan penurunan harga BBM bersubsidi bisa meringankan beban masyarakat. Di lain pihak, kalangan DPR dan pengamat mendesak pemerintah segera menurunkan harga BBM.
Dengan turunnya harga minyak di pasaran internasional, maka kebijakan pemerintah perlu mengikuti perkembangan internasional tersebut. Pemerintah menaikkan harga BBM atas dasar perkembangan internasional, dan sekarang harga minyak internasional sudah turun. Dan akhirnya pemerintah Indonesia memutuskan menurut mentri ESDM No.38 tahun 2008 untuk menurunkan harga BBM pada bulan November yang realisasinya dilaksanakan pada 1 Desember, Pemerintah juga perlu memikirkan pemberian subsidi BBM bagi industri yang berorientasi ekspor serta padat karya, Penurunan harga BBM sebesar 20 persen, dapat langsung mengurangi biaya transportasi, distribusi, atau pun logistik nasional sehingga memberikan semangat pada sektor ekonomi. Dengan demikian, daya beli masyarakat akan kian pulih serta mampu menjangkau kebutuhan pada barang dan jasa secara merata.