Klasifikasi Desa

Klasifikasi Desa

Klasifikasi Desa

Meskipun sama-sama berupa desa, antara desa yang satu bisa saja berbeda dengan desa yang lainnya. Desa dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat perkembangan masyarakat, mata pencaharian masyarakat, dan bentuk ikatan antarmasyarakat.

  1.    Berdasarkan Tingkat Perkembangan Masyarakat

Berdasarkan tingkat perkembangan masyarakat, desa diklasifikasikan menjadi desa swadaya, desa swakarya atau desa transisi, dan desa swasembada atau desa maju. Desa swadaya merupakan desa yang hampir seluruh masyarakatnya mampu memenuhi kebutuhannya dari hasil kerjanya sendiri sehingga jarang berinteraksi dengan masyarakat luar. Desa ini biasanya terletak di daerah terpencil dan belum memiliki sarana prasarana transportasi. Kurangnya interaksi dengan masyarakat luar menyebabkan desa ini sulit berkembang.

Desa swakarya atau desa transisi merupakan desa yang lebih maju dibandingkan dengan desa swadaya. Desa ini telah mampu mengolah dan mengembangkan potensinya dengan menjual hasil produksi ke daerah lain. Masyarakat desa ini telah mulai melakukan interaksi dengan masyarakat daerah lain, meskipun dengan intensitas yang masih jarang. Masyarakat desa ini telah menyadari betapa pentingnya pendidikan dan keterampilan.

Desa swasembada adalah suatu desa yang paling maju dibandingkan dengan jenis desa yang lain. Desa ini telah mampu mengembangkan semua potensi yang ada secara optimal serta dapat menerapkan teknologi baru. Masyarakat desa ini telah mampu menjalin interaksi atau kontak dengan masyarakat daerah lain. Selain itu, masyarakat juga melakukan tukar menukar barang, melakukan kegiatan jual-beli, dan memengaruhi aktivitas masyarakat yang ada di wilayah lain.

  1.    Berdasarkan Mata Pencaharian Masyarakat

Berdasarkan mata pencaharian masyarakat, desa dapat diklasifikasikan menjadi desa persawahan, desa perladangan, desa perkebunan, desa nelayan, desa peternakan, desa kerajinan, desa industri, serta desa jasa dan perdagangan. Klasifikasi desa ini disebutkan sesuai dengan mata pencaharian mayoritas masyarakatnya.

  1.    Berdasarkan Bentuk Ikatan Masyarakat

Berdasarkan bentuk ikatan masyarakat, desa dibedakan menjadi desa dengan ikatan darah (geneologis), ikatan daerah tertentu (teritorial), dan desa dengan ikatan darah sekaligus daerah tertentu. Desa berdasarkan ikatan darah, misalnya desa di Sumatra Utara, masyarakat desa tersebut merupakan satu marga tertentu. Desa berdasarkan ikatan daerah dipengaruhi oleh asal usul penduduk, misalnya suatu desa transmigran yang masyarakatnya berasal dari daerah yang sama. Sementara itu, desa berdasarkan ikatan darah sekaligus daerah, misalnya desa yang masyarakatnya berasal dari daerah yang sama sekaligus memiliki hubungan keluarga.


Sumber:

https://kelasips.co.id/