Menuai Hasil Penerapan PPK, Siswa SDN Percobaan Medan Memiliki Kesadaran Tinggi

Menuai Hasil Penerapan PPK, Siswa SDN Percobaan Medan Memiliki Kesadaran Tinggi

Menuai Hasil Penerapan PPK, Siswa SDN Percobaan Medan Memiliki Kesadaran Tinggi

Kemendikbud — Penerapan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di SD Negeri Percobaan

Medan mulai berbuah manis. Kebijakan sekolah yang membiasakan siswa-siswinya yang beragama Islam untuk Salat Dhuha di musala sekolah, tertanam di setiap siswa. Saat ini kesadaran melaksanakan Salat Dhuha sudah muncul tanpa harus disuruh oleh guru.

Zalika, siswi kelas IV di sekolah tersebut mengakui hal ini. “Kami karena sudah terbiasa jadi walau ‘nggak’ disuruh kami langsung salat,” ujar gadis cilik yang bercita-cita menjadi polisi ini (11/8/2017).

Tidak hanya di sekolah, kesadaran untuk melaksanakan Salat lima waktu bagi siswa Muslim juga dibawa saat mereka ada di rumah. Adanya buku penghubung antara orang tua dan guru, yang berfungsi mencatat aktivitas siswa di rumah, juga turut menyukseskan program PPK yang dirancang sekolah.

“Misalnya habis salat Subuh, kami cek list di buku,” tambah siswi kelas IV lainnya, Felina,

yang bercita-cita menjadi arsitek.

SD Negeri Percobaan Medan merupakan salah satu sekolah yang telah menerapkan PPK. Nilai religius adalah nilai yang paling utama diterapkan oleh sekolah ini. “Kalau nilai religi sudah tertanam pada anak, nilai-nilai lainnya akan mengikuti,” kata Paujia Rosmini, Kepala SD Negeri Percobaan Medan (10/8/2017).

Setiap hari Jumat, SD Negeri Percobaan lebih menekankan kepada pembinaan iman dan taqwa. Tidak hanya bagi yang Muslim, siswa Nasrani juga ada kegiatan keagamaan yang dilaksanakan si dalam kelas bersama dengan guru Agama Kristen dan guru Nasrani lainnya selama kurang lebih 40 menit.

Tidak hanya nilai religi, penerapan PPK di SD Negeri Percobaan Medan juga menanamkan nilai lainnya. Siswa di sekolah ini diajarkan disiplin dalam membersihkan kelasnya, sesuai jadwal piket yang telah ditentukan. Tidak hanya pagi hari, saat istirahat pun para siswa semangat membersihkan kelas. “Kalau kelasnya bersih,” jawab Zalika sambil tersenyum, ketika ditanya apa yang membuatnya nyaman belajar.

Literasi

 

SD Negeri Percobaan Medan juga membiasakan anak membaca selama 10 menit

sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Pembiasaan ini meningkatkan kecintaan siswa dalam membaca. Felina dan Zalika sendiri mengaku menyukai buku cerita tentang hewan.

Meningkatnya minat baca siswa diakui oleh para orangtua siswa. “Sebelum berangkat sekolah, anak saya selain mengisi buku pelajaran juga memasukkan buku cerita atau buku apapun yang dia suka ke dalam tasnya,” ujar Rosmala Dewi, orangtua siswa kelas II. Rosmala mengatakan, anaknya sangat betah bila diajak ke toko buku. Bila ke toko buku, anaknya bisa kerasan disana sampai tiga atau empat jam.

“Mau baca duduk dia disitu” tambah ibunda dari Aleza ini.

Buku cerita yang dibawa oleh siswa dipersilahkan akan dibawa pulang kembali atau disumbangkan untuk sekolah. Tidak sedikit siswa yang dengan keinginan sendiri menyumbangkan buku cerita yang telah selesai dibacanya, agar teman-teman lainnya dapat membaca buku tersebut. (Anang Kusuma)

 

Baca Juga :