Pemerintah Indonesia Mengenai Harga BBM Pada Tahun 2008 

Pemerintah Indonesia Mengenai Harga BBM Pada Tahun 2008 

Pemerintah Indonesia Mengenai Harga BBM Pada Tahun 2008 

Alasan Kebijakan Pemerintah Indonesia

Keputusan Pemerintah Indonesia untuk mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM telah menimbulkan berbagai kontroversi dalam masyarakat. Di satu sisi, kenaikan harga minyak dunia memaksa Indonesia untuk menyesuaikan kebijakan harga BBM dalam jangka pendek, agar tidak membebani APBN. Namun di sisi lain, masyarakat mengkhawatirkan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari mereka.

Pengalaman pada kenaikan BBM

Pengalaman pada kenaikan BBM tahun-tahun yang lalu menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM selalu diikuti dengan kenaikan harga barang-barang secara umum (inflasi) dan penurunan pendapatan riil masyarakat. Untuk itu, diperlukan kebijakan-kebijakan lain dari Pemerintah untuk mengatasi kerawanan kondisi perekonomian dunia saat ini. Selain dari definisi diatas juga kenaikan harga BBM juga disebabkan dengan adanya permasalahan perekonomian dan pertumbuhan penduduk pada awal tahun 2008, adapun beberapa alasan yang mendasari pemerintah untuk menaikan harga BBM antara lain adalah :

Pemerintah untuk menaikan harga BBM

  • Sejak setahun terakhir harga minyak dunia terus naik
  • Jika harga BBM dalam negeri tidak dinaikkan, maka terjadi perbedaan harga yang sangat besar antara harga BBM di dalam negeri dengan luar negeri,
  • Pengurangan subsidi BBM harus dilihat pula sebagai kebijakan Redistribusi. Subsidi BBM juga lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat menengah keatas. BBM dikonsumsi oleh mereka yang punya mobil dan motor.
  • Pemakaian BBM dalam negeri yang sangat banyak, ditambah dengan harga minyak dunia yang melonjak naik terus dalam setahun terakhir, mengakibatkan beban subsidi BBM meningkat drastis.
  • Dengan kenaikan harga minyak dunia maka penerimaan negara dari minyak akan meningkat, namun anggaran pemerintah untuk menyediakan BBM dan listrik bersubsidi juga akan meningkat secara lebih tinggi. Dengan demikian, dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap anggaran (APBN) adalah negatif, yaitu beban subsidi BBM dan Listrik jauh lebih tinggi dari kenaikan penerimaan Negara dari kenaikan harga rninyak. Hal ini akan rnenyebabkan pernerintah harus memotong anggaran-anggaran lainnya, agar anggaran pemerintah (APBN) tetap dapat sehat dan tidak turun, yang akan rnenyebabkan krisis ekonorni yang lebih besar, karena masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan pemerintah dalam rnengelola anggaran dan perekonornian Indonesia secara keseluruhan.
  • Jika harga BBM tidak dinaikkan maka uang untuk program-program untuk rakyat miskin, pendidikan dan kesehatan serta subsidi pangan harus dikurangi.
  • Dengan kenaikan harga BBM akan diperoleh penghematan sebesar yang dapat dialokasikan antara lain untuk: 1. Raskin (Beras Miskin) dan Ketahanan Pangan 2. Bantuan Langsung Tunai 3. Kredit Usaha Rakyat Maka apabila dilihat dari alasan-alasan itu pemerintah Indonesia mengeluarkan suatu kebijakan mengenai harga BBM dari kenaikan itu. Terkait dengan adanya regulasi OPEC dengan pemotongan kuota produksi yang terlihat hasilnya pada bulan-bulan berikutnya hingga pemerintah Indonesia ikut menurunkan juga harga BBM kebijakan inipun dibuat dengan mempertimbangkan masalah-masalah yang ada begitulah alasan pemerintah Indonesia yang secara cepat dan aktif dalam merespon fenomena yang tejadi berkaitan dengan kebijakan harga Bahan Bakar Minyak pada tahun 2008.

Sumber : https://ngelag.com/