Pemulihan dan Rekonstruksi Data yang Hilang

Pemulihan dan Rekonstruksi Data yang Hilang

Pemulihan dan Rekonstruksi Data yang Hilang

Dalam pengukuran keamanan, terkadang terjadi kerugian karena data yang tidak normal. Mungkin hardware-nya terlalu banyak fungsi dan disebabkan oleh bencana alam dari pusat komputer, atau operator komputer mengalami kerusakan. Vital Record Program. Melindungi komputer dan non komputer untuk operasi pencatatan yang penting.
Backup and Reconstruction Procedures. Backup terdiri dari salinan duplikat dan dokumen vital, files, set data, dan dokumen relasi. Reconstruction procedure (prosedur rekonstruksi) digunakan untuk memperbaiki data atau program yang rusak. Backup dan prosedur rekonstruksi digunakan untuk menemukan strorage medium yang berisi set data dan file.
Rekonstruksi dari data base dapat mendatangkan masalah yang luas, jika semua bagian data base rusak, perbaikan dapat dilakukan dengan menggunakan roolforward procedure.
Pengendalian Keamanan Jaringan Dan Keamanan Web
Jaringan distribusi komputer dari berbagai tipe mengimplementasikan keamanan yang komplek dan solusi pengendalian untuk mainframe sistem dalam sentral tradisional jaringan ini terdiri dari berbagai hadware untuk akunting dan aplikasi bisnis, yang menghubungkan perusahaan dengan customer, dan berbagai jaringan yang digunakan pemilik untuk mengakses data base. Konsekuensinya, akuntan (internal auditor) membutuhkan evaluasi dari elemen dari lingkungan pengendalian yang relevan untuk jaringan/web server site. Sebelum mengidentifikasikan obyektif yang spesifik dari jaringan/ web server site, risikonya harus diketahui risiko tersebut antara lain :
  • Kehilangan kapabilitas terhadap pentransferan dan pemrosesan data karena sistem operasi jaringan;
  • Kehilangan kapabilitas terhadap pentransferan dan pemrosesan data yang berhubungan dengan power outages, virus, dan bencana alam;
  • Unouthorized access data dapat menggunakan jalar komunikasi dari mantan karyawan.
Manajemen Risiko Bencana 
Manajemen risiko bencana sangat penting di dalam menjamin kelanjutan dari sistem operasional perusahaan. Manajemen risiko bencana memerhatikan pencegahan dan perencanaan kontigensi, yang sering dikenal dengan sebutan disaster contingency and recovery planning. Sebuah Disaster Contingency and Recovery Plan (DCRP) adalah rencana yang komprehensif untuk me-recovery gangguan dari alam dan manusia yang dapat mempengaruhi tidak hanya kemampuan pengolahan komputer suatu perusahaan tetapi juga cara kerja bisnis perusahaan yang penting. Melakukan recovering dari gangguan-gangguan dengan cepat sangat penting sekali untuk kelangsungan perusahaan. Proses perencanaan mungkin akan menjadi kurang formal, kurang terstruktur dan kurang komprehensif pada perusahaan yang lebih kecil. Manajemen risiko ini terdiri dari dua bagian, yaitu:
1) Mencegah terjadinya bencana
Mencegah terjadinya bencana merupakan langkah awal pengelolaan risiko akibat suatu bencana. Bencana yang  berasal dari sabotase dan kesalahan dapat dicegah dengan kebijakan dan perencanaan keamanan yang baik. Sementara risiko bencana alam harus menjadi pertimbangan pada saat membangun lokasi gedung.
2) Perencanaan kontingensi untuk mengatasi bencana, yang meliputi:
  • Menilai kebutuhan penting perusahaan. Semua sumber daya yang penting harus diidentifikasi. Sumber daya yang penting ini mencakup perangkat keras, perangkat lunak, peralatan listrik, peralatan pemeliharaan, ruang gedung, catatan yang vital dan SDM.
  • Membuat daftar prioritas untuk pemulihan dari bencana. Pemulihan penuh dari suatu bencana membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, harus dibuat prioritas terkait dengan kebutuhan perusahaan yang paling penting.daftar prioritas mengindikasikan aktivitas dan jasa yang memang genting yang perlu segera dibangun kembali setelah terjadinya bencana.
  • Strategi dan prosedur pemulihan. Serangkaian strategi dan prosedur untuk pemulihan merupakan hal yang penting. Perencanaan ini mesti mencakup hal-hal yang cukup detil sehingga pada saat bencana benar-benar terjadi, perusahaan segera tahu apa yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan, bagaimana melakukannya dan berapa lama hal tersebut harus dilakukan. Ada beberapa strategi dan prosedur pemulihan, diantaranya : pusat respons darurat, prosedur eskalasi, menentukan pemrosesan komputer alternatif, rencana relokasi karyawan, rencana penggantian karyawan, perencanaan penyelamatan, dan perencanaan pengujian sistem.

Sumber : https://multi-part.co.id/