Pertimbangan Dasar Auditing

Table of Contents

Pertimbangan Dasar Auditing

Pertimbangan Dasar Auditing

Etika dan  Standar Auditing
Kode etika profesional dinyatakan dalam bentuk tertulis adalah agar dapat dijelaskan, dipraktekkan, dan peraturan dapat dilaksanakan. Kode etika untuk auditor menyatakan prinsip dan sikap untuk berperan dalam audit secara efektif, yang melindungi dari kepentingan pemilik perusahaan yang sedang diaudit dan masyarakat, agar mendorong hubungan auditor klien yang saling memuaskan.
Standar audit menentukan kualitas profesional dan pelaksanaan. Mereka dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok standar audit yang menetapkan karakteristik profesional berkenaan dengan kecakapan dan pelatihan teknis yang cukup dan standar audit yang menyinggung kepada lingkup dari audit. Walaupun masing-masing jenis audit mempunyai lingkup sendiri, audit keuangan harus meliputi: (1) suatu evaluasi menyangkut struktur pengawasan intern untuk mengontrol risiko, (2) suatu tinjauan ulang dari semua arsip dan dokumen yang bersangkutan.
Ketika suatu perusahaan menginstal suatu komputer berdasarkan AIS, tindakan komputerisasi ini mempengaruhi prosedur audit untuk diterapkan. Auditor diharapkan untuk memperlihatkan profesionalisme yang meliputi kecakapan dan pelatihan teknis yang cukup. Mereka juga diharapkan untuk mengikuti proses auditing secara saksama. Proses ini harus meliputi evaluasi dari semua pengawasan intern, termasuk yang berorientasi komputer.
2.3.2. Dampak Komputerisasi Pada Prosedur Audit
 Tingkat dimana pengolahan komputer digunakan dalam aplikasi akuntansi yang signifikan, seperti halnya kompleksitas pengolahan, dapat juga mempengaruhi alam, pemilihan waktu, dan luas prosedur audit.
Oleh karena itu, suatu jenis auditor khusus sistim informasi komputer (CISA) diperlukan. CISAs memiliki ketrampilan khusus, seperti melalui pengetahuan perangkat keras dan lunak komputer, teknologi database, komunikasi data teknologi, dan pengorientasian dan pengendalian komputer teknik audit.

Baca Juga :