Struktur Virus adalah

Struktur Virus adalah

Struktur Virus adalah

1. Bentuk Virus

Saat ini telah diketahui bahwa bentuk virus ada bermacam-macam. Ada yang berbentuk memanjang (batang), oval, bulat dan ada pula yang bentuknya seperti huruf T (virus T).
Ciri lain virus yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup adalah tubuh virus hanya tersusun atas selubung yang disebut kaspid. Kaspid tersusun atas molekul prositoplasma seperti pada sel, tidak memiliki organela, sehingga tidak melakukan metabolisme. Karena itu para ahli tidak menggolongkan virus sebagai sel atau organisme. Ukuran virus yang sangat kecil tidak memungkinkannya untuk memiliki struktur sebagaimana struktur sel. Satu unit lengkap virus yang dapat menginfeksi organisme hidup disebut virion.

2. Bagian Tubuh Luar Virus

Tubuh virus, misalnya bakteriofag T4 (virus penginfeksi bakteri) merupakan virus yang paling kompleks, terdiri atas kepala dan ekor dengan serabut ekor yang dapat mengenal dan menancap pada dinding sel inangnya. Kepala memiliki bentuk bersegi delapan yang di dalamnya mengandung inti virus dan dikenal sebagai kepala virus. Dari kepala virus tersebut muncul selubung memanjang (tubus) yang disebut sebagai ekor virus. Pada bagian ujungnya ditumbuhi serabut-serabut ekor. Ujung dari serabut ekor merupakan penerima rangsang (reseptor).
Ekor berfungsi sebagai alat penginfeksi. Pada bagian kepala dan ekor memiliki selubung yang disebut kaspid. Selubung atau kaspid tersusun atas molekul-molekul protein. Satu unit protein yang menyusun kaspid disebut sebagai kapsomer. Jenis virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak memiliki serabut ekor. Bagaimana pun strukturnya, virus harus memiliki molekul-molekul tertentu pada permukaan luarnya agar dapat mengikat dan menempel pada molekul di permukaan sel inang.

3. Bagian inti Virus

Bagian ini virus tersusun atas asam inti (asam nukleat). Asam nukleat sebagai penyusun virus pada umumnya hanya satu untaian, Namun pada virus influenza terdapat 6 sampai dengan 8 untaian. Setiap untaian asam nukleat mengandung 3.500 sampai dengan 600.000 nukleotida. Dalam 1 gen tersusun atas 1000 nukleotida, maka dapat diperkirakan bahwa virus hanya tersusun atas 2 sampai beberapa ratus gen.
Virus memiliki asam nukleat yang bervariasi, ada yang memiliki DNA atau asam deoksiribonukleat ganda berpilin dan DNA tungga berpilin. DNA tersebut berbentuk linear (lurus) atau sirkuler (melingkar). Beberapa virus ada yang memiliki asam nukleat yang berupa RNA atau asam ribonukleat. RNA ini ada yang berupa rantai tunggal dan ada yang berupa rantai ganda. RNA dan DNA merupakan materi genetik, yaitu berisi kode-kode pembawa dari sifat virus.